
Dari saya masih kecil, hiburan dengan berlatar belakang mitos dewa – dewa yunani udah sangat akrab di telinga saya. Serial televisi Xena dan Hercules masih sangat terbayang di otak saya, dan mungkin dua serial itulah yang membuat saya tertarik dengan cerita mitologi yunani, thanks to them to, saya jadi tau siapa itu poseidon, zeus, ares, hades, athena dan berbagai dewa yunani lainnya. Hollywood pun nampaknya sangat senang dengan film yang mengambil kisah mitologi2 yunani, dan yang paling teranyarnya adalah Clash of the Titans. Judul yang sebenarnya aga misleading, karena yang benar2 clash disini adalah para dewa olympians, bukan para Titans yang notabenenya adalah generasi dewa terkuat yang ironisnya dilengserkan oleh generasi baru yang bernama the olympians -yep so ironic! tapi di film ini nanti diijelaskan kenapa berjudul clash of the titans.
Clash of the Titans menceritakan seorang manusia setengah dewa bernama Perseus, dikisahkan kalo Perseus adalah anak dari Zeus -sedangkan aslinya Perseus adalah anak dari Poseidon, but let’s forget bout it now. Perseus dibuang saat dirinya masih bayi bersama dengan ibunya. Seorang nelayan yang menemukan Perseus akhirnya mengklaim Perseus sebagai anaknya. Setelah dewasa, Keluarga angkat Perseus yang sedang berusaha mencari ikan di laut ini sedihnya harus mati di tangan Hades, kejadian ini membuat Perseus dendam dengan para dewa olympians yang dinilainya tidak adil pada manusia. Ia lalu bergabung dengan kerajaan argos untuk membalas perlakuan dewa yunani itu. Namun para dewa sendiri juga punya rencana, Hades lalu datang bertemu Raja Acrisius dan mengancam akan menghancurkan kerajaan argos dengan kraken bila argos tidak mengorbankan andromeda, putri raja acrisius. Kejadian ini membuat niat acrisius dan perseus berubah jadi menyelamatkan kota argos dari mahkluk Kraken -FYI, Kraken adalah mahkluk buatan Hades yang menghancurkan para dewa Titans dan menolong olympians menjadi dewa berikutnya, imagine how danger the kraken is? Perseus dan segerombolan manusia mirip pasukan dari film 300 itu lalu pergi untuk mencari cara untuk mengalahkan kraken.
Film ini sebenarnya sudah sangat mempunyai amunisi yang cukup untuk menjadi film sukses..Remake dari film yang cukup fenomenal pada tahun 80 an ini dilengkapi dengan jajaran aktor dan aktris yang ga kalah wah juga..mulai dari sam worthington, Liam Leeson, Ralph Fiennes,sampai si cantik Gemma Arterton. Konflik yang terjadi pun cukup banyak sebenarnya, mulai dari perseus yang ingin balas dendam pada dewa, manusia yang sudah muak terhadap perlakuan para dewa yang sering tidak adil, hades yang ingin melengserkan zeus dari kedudukan tertinggi olympians, sampai ke penduduk argos yang ketakutan akan ancaman hades sehingga berencana menculik andromeda dan mengorbankannya sendiri, namun entah kenapa film ini kurang memenuhi ekspektasi saya di segala bidang, seru sebenarnya, tapi terasa kurang. Akting yang diperlihatkan juga tidak terasa spesial, mulai sam hingga aktor senior liam leeson juga tidak terasa istimewa. Konflik yang disajikan pun terasa sangat singkat, padahal bisa menjadi kunci menarikna film ini. untunglah spesial efek yang disajikan sangat megah sehingga cukup menutupi faktor lain film ini.
if u ask me what is wrong with the movies? well, simple..we just wanna see POSEIDON and his tridente! kemana para dewa di film ini? cuma hades dan zeus aja yang disorot, dewa lain cuma jadi figuran doang..orang yang suka dengan mitologi yunani juga pasti sependapat dengan saya, kurang seringnya para dewa olympians ini disorot, menjadi salah satu faktor kenapa film ini terasa kurang.
Rating
***/*****
hehe…poseidon ga muncul karena sudah dibahas di Percy Jackson hehe…