17
Jan

Susah banget untuk percaya dengan film indonesia sekarang ini,banyak film yang mempunyai judul/poster/trailer yang bagus, tapi begitu ditonton? NIHIL..Awal bulan ini, saya sedang searching film2 bagus yang akan keluar di indonesia lewat youtube, dan saya malah bertemu dengan trailer dari film Punk in Love, penasaran membuat saya mencoba menonton video ini. Trailer film itu di luar dugaan membuat saya tertawa terbahak2 karena humornya yang cukup kreatif, namun saya menunda untuk menonton film ini karena takut filmnya yg tidak lucu. Tapi ternyata seorang teman saya bilang klo film ini sangat kocak, dan setelah bertanya ke beberapa orang, ternyata film ini memang lebih bagus dari apa yang saya duga. akhirnya saya pun menonton film ini.

Berawal dari Arok (Vino g. Bastian) yang ingin bunuh diri karena pujaan hatinya, Maia (Girindra Kara), akan menikah 5 hari lagi di jakarta. Atas usulan dari Almira (Aulia Sarah) untuk menyatakan cinta Arok di depan Maia, Arok akhirnya setuju untuk tidak bunuh diri dan pergi ke jakarta menyampaikan cintanya. Arok, Almira, Mojo (Yogi Finanda), dan Yoji (Andhika Pratama) akhirnya berangkat bersama dengan modal duit pas2an dari Malang ke Jakarta. Dari sini, serangkaian peristiwa kocak terjadi sepanjang perjalanan mereka.

Film ini memang mengambil judul ‘Punk in Love’, tapi Oi Oi, ini bukan film punk! Hanya para karakter utamanya saja yang anak punk. Isinya lagi2 berisi cinta2an yang dikemas lewat genre Road movie. Ya, sebenarnya film ini tergolong dalam genre Road movie atw film perjalanan seperti ‘National Lampoon’s’ ‘Road Trip’ ‘Euro Trip’ dsb dst. Walaupun ada suatu adegan dimana mereka berbicara tentang filosofi kehidupan anak punk, namun film ini tidak dapat dikategorikan film punk seperti ‘Romper Stomper’.

Akting para pemain disini cukup apik, kecuali Vino yang terkesan aga lebay dan komikal (mungkin emang tuntuan naskah, tapi tetep aja..). Aulia Sarah sebagai satu2nya pemeran utama wanita cukup bersinar diantar 3 pemeran lelaki dengan tingkah ribetnya namun tetep cewe. Yogi Finanda sebagai Mojo berakting paling pas, di film ini ia seperti menjadi pemimpin kelompok punk malang ini. Akting dari Andhika pratama juga cukup bagus disini.

Alur cerita film ini sebenarnya sangat tipikal, dan juga klise..tapi dapat ditutup dengan lawakan2 yang kreatif dan masuk akal, sebagai contoh scene dimana Almira membutuhkan pembalut karena dia ternyata lagi ‘dapet’, penyelesaian plot ini sungguh di luar dugaan dan membuat saya tertawa. Bagaimana mereka bisa sampai ke jakarta pun di ceritakan dengan alur yang masuk akal. Sungguh film yang cukup membuat saya tertawa terbahak – bahak.

Memang ada juga lawakan slapstick yang kurang pas, dan adegan2 aneh lainnya, namun rasanya film ini cukup sukses juga memberi pesan bahwa ‘tidak semua anak punk itu berandalan dan kriminal seperti yang dibayangkan masyarakat, ada juga yang tidak..’ dan juga rasanya semenjak film quickie express, saya belom lagi menonton film indonesia sekonyol ini.

Rating
*** out of *****

sumber : fb daniel

Category : Movies

14 Responses to “Punk in Love : Oi Oi, ini bukan film punk!”


kw January 18, 2010

ya, tapi masih banyak juga loh film indonesia yang cukup keren. bentar lagi ada “tanah air beta” yang bikin ari sihasale. film yang layak kita sempatkan nonton :)

(*bukan promo loh

falasi January 27, 2010

paling suka sama kata-kata sumpah serapah khas malangan yang sering diucapkan andika..
kalo vino yang ngomong kurang mantap, mungkin karena bukan asli jawa timur ya :-)

AremaniA_Cepu February 2, 2010

mantap dah Kota malang jadi
setting film ini
salam satu jiwa

eL_kareL February 4, 2010

adegan yg paling enk di tonton itu ps d tmpt maia kawin disitu da byak ank punk n ps ngedatengin vino brantem n jd pmisah disitulah dikasi tw BAHWA punk itu demokratis,ga urakan sprti preman yg maen keroyokan pdhal mreka bsa ja dgn jumlah n ngebela sesama ank punk mreka psti kering tuh di bantai ma ank punk TAPI mreka mlah nanya msalahny apa n d sru slesein berdua yg punya masalah,i like that scene wlw aga lebay ps fight si vino

sanudin February 7, 2010

oi oi io

sanudin February 7, 2010

hebat kota malang dibikin film punk in love!!!

fAIZ February 16, 2010

keren bgt film nya

fAIZ February 16, 2010

aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

rendy June 21, 2010

i like punk oioi

rendy June 21, 2010

oioi oioi

kalenk bocor June 27, 2010

ya memang,tapi setidak nya film ini mengangkat dari latar belakang kehidupan punk ..
memang isi nya ttg cinta,tapi latar belakang film ini dapat di jadikan pegangan kalo film ini film punk ….
yang saya sesalkan dalam film ini adalah di adegan si arok yang mau bunuh diri kenapa tidak di isi dengan lagu marjina yang judl nya cinta pembodohan ..
kwan ..
coba dengar lah lagu nya pasti anda bkal tahu gimana punk itu,pada adegan tsb .

coey July 5, 2010

keren merenx tapi………………..??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

wahyu July 10, 2010

oi oi oi

Rahman nainggolan July 23, 2010

nggak masuk akalkan,anak pank rock o,kok suka dangdut!



Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes