12
Dec

Film ini sebenernya duluan fenomenal karena trailernya yang menghadirkan segudang adegan wanita seksi berbikini. ga sekedar ‘wanita’ seksi yang muncul, tapi ‘Tamara Bleszynski dan Tyas Mirasih’ yang muncul dengan bikini. Kehadiran mereka, khususnya Tamara, membuat para penonton cowo (termasuk saya) langsung beralih pengen nonton Air Terjun Pengantin instead of Datang Bulan, aka. New Moon. So i guess its safe to say, Film ini tuh cowo banget, Yep, it’s a boy thing! -dalam arti cowo pasti seneng nontonnya!

Film dimulai dengan adegan2 pendek yang bisa diduga adalah penggambaran dari mitos pulau pengantin. Film kemudian dilanjutkan dengan sebuah adegan Eye-candy dari Tamara Bleszynski yang hanya mengenakan Lingerie di sebuah kamar tidur. yeah, the fun started early! Tamara dalam film ini memerankan sebagai Tiara, seorang wanita mantan atlit wushu yang mengundurkan diri setelah mengalami kecelakaan, dan kemudian mempunyai phobia terhadap gelap (aga aneh klo ngeliat hape yang dia punya BB, yang notabenenya baru terkenal di indonesia tahun 2008 akhir). ditambah lagi keinginannya sebagai wanita untuk bisa menikah dengan pacarnya sekarang, Lilo (Kieran Sindhu).

Tiara dan Lilo mengajak keponakannya, diperankan oleh Navy Rizky Tavania, yang bernama Mandy (diceritakan klo Mandy kehilangan Ibunya 2 tahun lalu sehingga Tiara berasumsi klo ia harus menjadi pengganti dari mama nya Mandy) dan teman – temannya Mandy Icang – Marcel Chandrawinata, Amy – Tyas Mirasih, Andrew Ralph Roxburgh, Jenny Cortez, dan Majid Piranha yang namanya tidak terlalu penting untuk diinget as they die too early in this film..untuk pergi ke sebuah pulau terpencil bernama Pulau Pengantin menggunakan 2 buah perahu cepat. Mereka ingin datang ke Air terjun yang berada di pulau tersebut karena konon, bila mengucapkan keinginan di air terjun itu, maka akan menjadi kenyataan.

sesampainya disana, mereka segera sibuk oleh keindahan pulau pengantin itu, (dan para penonton juga disibukkan oleh keindahan tubuh para pemain wanita film ini yang sepanjang waktu betah menggunakan baju berbelah sampai dada.) Tanpa menyadari bahwa bahaya mulai mengintai mereka. Saat mereka mulai semakin dalam memasuki pulau itu, korban pun mulai berjatuhan, dan mereka akhirnya mendapati kenyataan bahwa mereka sedang diincar oleh mitos pulau pengantin tersebut. Too late, but you know what old pople say..better to be late than to be nothing at all, atw dalam film ini – better to be kill later than to be killed so early in the movie.

Akting para aktor dan aktris disini sangat standar! Sebagai manusia yang terjebak di pulau terpencil dan hanya bertemankan psikopat di pulau tersebut, mereka sama sekali tidak memberikan akting yang meyakinkan.

Efek yang dihadirkan disini juga masih terbatas, kaku, dan kurang sempurna. Sangat disayangkan karena sebagai film bergenre Horror-Thriller-Slasher, seharusnya efek menjadi peran yang vital, namun sepertinya make up luka tusuk, bacok, darah, dsb dst masih kurang meyakinkan dan kurang ‘gory’.

belum lagi pengembangan karakter yang sebenernya udah menjanjikan di awal cerita. Entah kenapa, begitu di tengah film, sepertinya semua karakter yang ada seperti tidak punya masa lalu, hanya segerombolan orang yang mencoba berlari dari psikopat yang mengejar mereka. bukannya mengembangkan cerita, sang sutradara kayanya malah lebih betah memperpanjang durasi untuk mengekspos tubuh para pemeran wanitanya. jadinya film ini kurang mencekam, kurang bisa menggambarkan kesadisan sang psikopat.

kenapa ya? Bahkan sampe seorang Rizal Mantovani bisa kejebak juga sama stereotype horror indonesia yang kaya gini? kemana ‘Jelangkung’? film ini malah dituduh menjiplak abis abisan beberapa adegan film horror internasional mulai dari ‘I knew what you did last summer
sampe ‘Rec’..bahkan ada orang luar yang mengomentari film ini mirip sama film ‘Wrong Turn’ dan ‘Texas Chainsaw Massacre’ yang poster filmnya muncul secara cameo di awal film.

Adegan seksi yang menjadi fenomena dan daya tarik film inipun pun sebenarnya tidak terlalu efektif apabila memang bertujuan untuk ‘menyemangati’ para penonton kaum Adam. Yeah, sure Tamara looks very Spectacular with her Black Bikini and tanned skin..but her act didn’t seducting enough to make her look as a MILF..

terus klo gitu, film ini ngasih kontribusi apa? jawabannya, Nothing. sebenarnya saya berharap film ini akan menjadi ‘pemanasan’ sebelum kita menikmati film ‘Rumah Dara’ yang bergenre sama, tapi udah malang melintang di beberapa ajang penghargaan film internasional, dan menang.

Rating
** out of *****

sumber : note fb daniel

Category : Movies

3 Responses to “Air Terjun Pengantin, Yup..it’s a boy thing!”


wahyu December 12, 2009

hmm… minta screenshotnya dong! :D blm nonton soalnya hehe

ridha December 12, 2009

klo gambar skrinsutnya banyak kok beredar di internet.. cari aja :D ga enak diposting disini.. hehehe

Aulia December 12, 2009

hmmm, pelampiasan dari film menculik miyabi yang g jadi dateng…gini2 jadinya….. :D



Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes