Archive for May, 2009

28
May

tadi gue test buta warna di quiz FB. tapi ketika gue dikasih soal seperti gambar disamping.. dan menurut gue yang kata dokter  gue tidak buta warna ketika test kesehatan untuk masuk jurusan di itb, gambar disamping tidak terlihat apa2 jika mata normal dan baru terlihat angka jika memang buta warna. tapi apa yang terjadi di quiz tersebut jawaban yang benar adalah 5. apa???? ga salah? justru yang buta warna yang terbaca 5..

atau jangan2 yang bikin quiz yang ini buta warna? atau suka2nya dia aja bikin jawaban.. padahal kalo  menurut gue jawaban yang bener klo ga buta warna gambar disebalah malah terbaca seperti lafadz 4JJI

menurut gue loh, daripada diem aja ketika di test buta warna :p

sorry cuman iseng doang, klo mau cari test buta warna beneran dengan ishihara method mending kesini aja deh. :D

Category : Uncategorized | Blog
14
May

yang digunakan :

FreeBSD 7.1

lakukan instalasi FreeBSD seperti biasa, pilih custom:

1. Base

2. Kernel

3. Catman

4. Ports

selesai, update FreeBSD

#freebsd-update fetch install

selesai, update ports

#portsnap fetch extract update

selesai, install dhcp server

#cd /usr/ports/net/ics-dhcp3-server

#make install clean

selesai, install named

#cd /usr/ports/dns/bind9

#make install clean

selesai, install quagga

#cd /usr/ports/net/quagga

#make install clean

konfigurasi named.conf, dhcpd.conf, zebra.conf, ospfd.conf, ospf6d.conf dan rc.conf

lalu reboot.

Category : Uncategorized | Blog
13
May

Pada kebanyakan teater dan auditorium, paling sering digunakan sistem audio yang terdiri dari banyak loudspeaker. Umumnya, sistem ini  dipakai pada bidang horizontal di sekitar pendengar (penataan speaker 2-D). Pada gedung teater digunakan juga sistem serupa, tetapi disusun dengan elevasi tertentu (penataan speaker 3-D).
Sumber-sumber virtual dapat diposisikan pada sistem loudspeaker tersebut dengan berbagai metoda. Dalam penataan 2-D metoda panning yang paling sering digunakan adalah metoda pair-wise panning. Pair-wise panning dapat digeneralisasi menjadi triplet-wise panning untuk penataan speaker 3-D. Kedua metoda ini menghasilkan kualitas sumber suara virtual yang cukup baik untuk area yang luas. Namun, kualitas tersebut juga dipengaruhi arah panning karena jumlah speaker yang menghasilkan sinyal suara yang sama bervariasi untuk arah yang berbeda.
Pada teknik reproduksi suara, seperti pada Ambisonics, sinyal suara di-encode secara analog kedalam beberapa audio channel. Pada proses decoding, sinyal speaker di-decode menggunakan operasi matrix. Pada metoda ini, sinyal suara yang sama bisa muncul pada semua speaker, sehingga dapat menurunkan kualitas sumber virtual. Namun, ketika sumber suara bergerak diterapkan, jumlah loudspeaker yang menghasilkan sumber virtual tidak tergantung arah panning. Pada dasarnya, metoda sistem matriks, dan pair-wise atau triplet-wise adalah teknik yang serupa. Pada kedua metode ini, digunakan sejumlah loudspeaker dengan berbagai amplitudo.

Pendengaran Spasial

Teori duplex untuk lokalisasi suara menyatakan bahwa 2 isyarat utama lokalisasi sumber suara adalah Interaural Time Difference (ITD) dan Interaural Level Difference (ILD), yang timbul karena perbedaan waktu propagasi gelombang (pada dasarnya di bawah 1.5 kHz) dan efek shadowing pada kepala (di bawah 1.5 kHz). Kedua isyarat tergantung pada frekuensi. Pada bidang median di mana jarak terhadap kedua telinga yang sama, harga ITD dan ILD mendekati nol. Efek lainnya seperti tanda – tanda spektral dan pergerakan kepala, dianggap memberikan informasi ketinggian dan depan-belakang pada bidang median. Pengecualian  spasial menjadi sulit ketika ILD dan ITD berbeda kecil karena adanya ketidaksimetrian kepala.

Amplitude Panning

Amplitude panning merupakan teknik panning yang umum digunakan. Sinyal suara diberikan kepada beberapa speaker dengan amplitudo yang berbeda – beda, dengan formula :

Xi = sinyal inout loudspeaker
Gi = Gain yang dikenakan pada sinyal input loudspeaker

Dalam pair-wise panning terdapat minimal 2 loudspeaker ditempatkan di depan seorang pendengar seperti pada gambar berikut.

Apertur loudspeaker 60 derajat.  Sudut ? ?(azimuth / panning-angle)dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut :

dimana ?  merupakan perkiraan dari besarnya sudut azimuth (pannning angle) dari sebuah sumber virtual. ?o merupakan sudut dasar loudspeaker, seperti pada gambar. Persamaan hanya valid untuk frekuensi dibawah 600 hz dan ketika kepala menghadap langsung ke depan. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh frekuensi terhadap nilai ILD dan ITD pada posisi sumber suara yang sama. Juga diasumsikan sudut elevasi 0 derajat. ? tidak dibatasi namun biasanya memiliki nilai mutlak lebih kecil atau sama dengan ?o. Jika nilai mutlak ? lebih besar dari ?o maka dapat timbul distorsi pada sumber virtual.

Pair-wise amplitude panning

Ketika jumlah speaker lebih dari 2 , metode pair-wise panning dapat digunakan. Sumber virtual diproduksi menggunakan satu atau dua loudspeaker. Jika sumber virtual terposisikan pada sebuah speaker, maka hanya pada speaker tersebut dihasilkan sinyal suara. Ketika sinyal suara terposisikan pada loudspeaker tunggal,  speaker ini sebenarnya bukan sumber virtual, melainkan sumber nyata. Ketika sumber virtual diposisikan diantara 2  loudspeaker, penyebaran arahnya (spreading direction) menjadi lebih tinggi, sumber virtual berada pada penempatan yang tidak pasti (pada area tertentu). Sebaran arah dari objek audio dapat diperkirakan dengan mensimulasikan kondisi pendengaran dan dengan mengkalkulasi tanda – tanda penempatan utama. Sebaran arah rata-rata q yang diterima oleh pendengar dapat diperkirakan

Di mana wILD dan wITD merepresentasikan fungsi utama yang tergantung dari frekuensi.
Variabel ? menunnjukkan nilai median dari ILD dan ITD yang merepresentasikan Rh tengah dari objek suara  dimana penyebaran spektral muncul. ITD dan ILD digambarkan sebagai sudut Azimuth pada 42 ERB.

Sebuah sistem 5 loudspeaker dengan arah sudut 0,30,90,-90,-30 disimulasikan, dan sumber virtual pair-wise dengan pin-noise diberikan. Sebaran arah terhitung di antara sudut -10 dan 60 seperti pada gambar. Pada gambar dapat terlihat bahwa di antara loudspeaker, tersebar dengan jelas. Faktor gain yang berkorespon dapat dilihat pada gambar figur 3.

Triplet-wise panning
Dalam triplet-wise, sinyal suara diberikan pada maksimal 3 loudspeaker secara bersamaan. Loudspeaker membentuk segitiga jika dipandang dari posisi pendengar seperti pada gambar 4. hal ini memungkinkan penataan sumber virtual dalam 3D. 3D vector base amplitude panning (VBAP) merupakan sebuah metode untuk penataan sumber virtual pada arah sembarang dalam sistem loudspeaker triplet

Dalam VBAP 3D, sebuah loudspeaker diformulasikan dengan vector.

g disebut factor gain terhadap loudspeaker. Ketika jumlah loud speaker lebih dari 3, penataan loudspeaker dibagi ke dalam beberapa segitiga yang membentuk satu set segitga. Selama proses panning, sebuah segitiga tunggal dapat dipilih dari set tersebut untuk digunakan. Pemilihan dapat dilakukan dengan menghitung faktor gain pada masing – masing segitiga di dalam set tersebut. Ketika segitiga – segitiga di dalam set tidak overlap, maka pemilihan menjadi jelas. VBAP juga dapat diformulasikan dalam 2D dalam panning amplitudo pair-wise.

UNIFORM SPREADING OF AMPLITUDE-PANNED
VIRTUAL SOURCES

Metoda terbaik untuk membuat sebaran arah dari sebuah sumber virtual yaitu dengan membuat sumber virtual sebisa mungkin sebagai sebuah titik. Namun metode ini membutuhkan bantuan komputasi dan pada sedikit kasus dapat menghilangkan sebaran arah secara total.

Cara lain untuk menyelesaikan masalah ini yaitu dengan menambahn jumlah panning vector (panning direction lebih dari 1) untuk menghasilkan sebuah sumber virtual. Sebaran arah beberapa panning vector ini dapat ditingkatkan dengan memberikan sinyal suara yang sama kepada lebih dari 1 loudspeaker pada waktu yang bersamaan. Namun, kualitas sumber virtual pada arah-arah di antara loudspeaker seharusnya tidak berkurang. Hal ini dapat diwujudkan dengan metode di mana sinyal suara diposisikan secara simultan pada arah – arah yang berbeda yang berdekatan dengan arah suara virtual yang diinginkan, yaitu dengan membentuk beberapa panning vector. Meskipun ada beberapa arah panning, pendengar akan tetap menerima sumber virtual tunggal.

Arah rata – rata dari arah panning dianggap sebagai arah panning di mana sumber virtual diinginkan mucul. Metode ini disebut multiple-direction amplitude panning (MDAP). Sudut terbesar antara arah multiple panning disebut sudut sebaran.

Ketika arah multiple panning ditempatkan dalam set loudspeaker yang sama, MDAP bernilai ekivalen dengan panning amplitude tradisional dengan sumber virtual tunggal, karena sinyal suara yang sama terposisikan pada speaker yang sama. Ini berarti MDAP tidak banyak mengurangi kualitas sumber virtual pada arah – arah di mana kualitas sumber virtual berada pada keadaan terburuk dalam panning amplitude tradisional. Sebaran arahnya pun (directional spread) akan seragam untuk semua arah (panning directin).

Perbedaan panning tradisional dan MDAP muncul ketika ada loudspeaker yang terletak pada arah panning MDAP. Sinyal suara kemudian diposisikan pada set loudspeaker yang berbeda, yang mempengaruhi faktor gain dan menigkatkan jumlah loudspeaker yang digunakan.  Ini mengakibatkan penyebaran sumber virtual. Besarnya penyebaran dapat dipilih dengan menyesuaikan sudut sebaran MDAP.

Ketika sumber virtual diharapkan untuk tersebar dalam penataan speaker 2D, efek dapat dicapai dengan menggunakan dua arah panning sperti pada gambar 5. Jika loudspeaker tidak disebar merata, mungkin ada situasi di mana ada lebih dari satu speaker di antara arah panning dari sumber virtual, yang dapat menyebabkan beberapa speaker pada arah panning tidak menghasilkan suara sama sekali. Hal ini dapat dihindari dengan memberikan lebih banyak arah panning ke MDAP.

Dalam penataan 3D, jika 2 arah panning digunakan dalam MDAP, sinyal suara diberikan paling tidak kepada 2 loudspeaker secara bersamaan. Jika suara dikehendaki untuk 3 loudspeaker  secara bersamaan, maka dibutuhkan 3 arah panning sebagaimana diilustrasikan pada gambar 6.

Sebaran arah sumber virtual MDAP dengan 2 arah panning pada sudut sebaran 20o  atau 30o ditunjukkan pada gambar 2. sumber virtual MDAP

Juga dapat dilihat bahwa besar sebaran arah meningkat ketika sudut sebaran MDAP meningkat. Sebaran arah juga konstan pada arah panning dengan smber virtual MDAP. Faktor gain yang berkorespon ditunjukkan pada gambar 3. dalam sistem matrix, sinyal suara yang direproduksikan diberikan secara virtual kepada semua speaker secara bersamaan. Ini dapat disimulasikan dengan MDAP dengan memberikan sinyal suara kepada sejumlah arah dan dengan meningkatkan sinyal input secara tepat dalam arah – arah yang berbeda.

Sumber
V. Michael,” Auralization Fundamentals of Acoustics, Modelling, Simulation, Algorithms and Acoustic Virtual Reality”, 2008, Springer.
V. Pulkki, “Spatial Sound Generation  and Perception by Amplitude Panning Techniques,” Helsinki University of Technology, 2001.

Category : Uncategorized | Blog